Bagi para penghobi ikan cupang hias, memiliki ikan dengan warna yang mutasi sempurna barulah setengah jalan menuju kemenangan. Tantangan terbesar berikutnya yang sering membuat pusing para pemula adalah bagaimana membentuk mental bertarung (flaring) ikan agar berani, responsif, dan tidak penakut saat berada di atas meja kontes.
Di arena kompetisi resmi, juri tidak hanya melihat keindahan sirip, tetapi juga keaktifan ikan saat ditunjuk menggunakan pulpen, stik, atau jari. Jika ikan peliharaanmu di rumah masih sering kabur-kaburan atau ogah ngedok, simak panduan taktis melatih mental cupang yang dirangkum langsung dari tips para pakar komunitas berikut ini:
1. Manfaatkan “Efek Lapar” untuk Membuat Ikan Nurut
Salah satu kunci rahasia agar ikan cupang mau memperhatikan gerakan luar soliter adalah dengan mengatur porsi makannya.
-
Trik Lapar: Saat memulai sesi latihan, kurangi sedikit porsi makan ikan atau lakukan latihan sebelum ikan diberi makan. Dalam kondisi agak lapar, ikan cupang akan menjadi jauh lebih agresif dan akan langsung merespons benda asing (seperti pulpen atau jari) yang mendekati soliter karena mengira itu adalah makanan.
2. Mulai Latihan di Soliter yang Lebih Kecil
Untuk ikan bahan yang mentalnya masih belum stabil, disarankan untuk melakukan treatment awal di dalam soliter berukuran kecil (misalnya ukuran 15×15 cm dengan tinggi 20 cm).
-
Tujuan: Soliter yang lebih sempit akan membatasi ruang gerak ikan agar tidak terlalu leluasa untuk lari atau kabur-kaburan menjauh, sehingga ikan dipaksa untuk terus berhadapan dengan stimulasi latihan kita.
3. Kombinasi Kaca Kecil dan Pulpen secara Konsisten
Melatih ikan agar terbiasa dengan pulpen atau stik juri tidak bisa instan, melainkan harus dicicil setiap hari dengan durasi yang pas.
-
Gunakan Kaca Dulu: Tempelkan cermin atau kaca kecil di dinding soliter untuk memancing sifat teritorialnya agar mau flaring (ngedok).
-
Batasi Waktu Kaca: Jangan menempelkan kaca terlalu lama! Jika dibiarkan berjam-jam, ikan justru bisa kelelahan atau bahkan mentalnya menjadi drop (bosan/takut). Lakukan latihan ini secara berkala sekitar 1-2 kali sehari saja.
-
Transisi ke Pulpen: Saat ikan sedang asyik ngedok di kaca, perlahan selipkan pulpen di dekat kaca tersebut. Latih ikan untuk mengikuti arah gerakan pulpen ke kanan, ke kiri, atau memutar. Ulangi terus sampai ikan menjadi “masak” dan terbiasa berinteraksi penuh dengan pulpen tanpa bantuan kaca lagi.
4. Strategi Memilih “Lawan Sebelah” saat Buka Sekat
Ketika mental ikan sudah mulai stabil dan kamu ingin mencoba membuka sekat dengan soliter di sebelahnya, jangan asal pilih pasangan ikan.
-
Cari Lawan Seimbang: Pastikan ikan di soliter sebelahnya juga memiliki mental yang bagus dan tidak suka kabur-kaburan. Mengapa? Karena jika ikan sebelah berenang ketakutan, mental ikan yang sedang kita bangun ini bisa ikut-ikutan turun dan ikut rusak karena meniru perilaku lawannya.
Tonton Video Panduan Visualnya di Sini:
Untuk melihat langsung bagaimana visual mempraktikkan gerakan tangan, posisi kaca, dan cara menunjuk pulpen yang benar pada ikan cupang, kamu bisa langsung memutar video edukasi dari indonesiansuperhmpk di bawah ini: