Standar Penilaian Kontes Ikan Cupang (SNI – Standar Nasional Indonesia)
Halaman ini menyajikan panduan standar penilaian kontes ikan cupang berdasarkan regulasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Berbeda dengan standar internasional (IBC), SNI disesuaikan dengan karakteristik pengembangan, tren, dan kultur pencinta ikan cupang hias di Indonesia demi mendorong kualitas produk lokal di kancah nasional.
1. Prinsip Dasar Penilaian SNI
Penilaian berbasis SNI sangat menitikberatkan pada keserasian (harmonisasi) antara bentuk tubuh, proporsi sirip, ketegasan warna, serta kesehatan menyeluruh. Sistem gugur atau pengurangan poin diterapkan secara ketat oleh tim juri nasional untuk menyaring ikan-ikan terbaik di setiap kelas kompetisi.
2. Tabel Distribusi Poin Penilaian Standar SNI
Berikut adalah acuan pembagian bobot nilai untuk kategori Cupang Hias berdasarkan parameter nasional:
3. Klasifikasi Warna & Jenis dalam Kontes SNI
Dalam pakem SNI, pengelompokan kelas kontes biasanya dibagi menjadi beberapa kategori utama:
-
Kelas Solid (Dasar): Penilaian difokuskan pada kebersihan dan kepekatan satu warna tunggal di seluruh tubuh dan sirip (misalnya Super Red, Super Black, Cellophane).
-
Kelas Kombinasi / Bebas: Penilaian melihat ketegasan batas antar-warna serta keunikan pola distribusi warna pada tubuh ikan (seperti kelas Multi-color, Nemo, Candy, dan Marble).
-
Kategori Khusus Form (Bentuk): Memisahkan penilaian berdasarkan arsitektur siripnya, mulai dari Plakat, Halfmoon, Crowntail (Serit), hingga Giant (Cupang Raksasa).
4. Kriteria Diskualifikasi Kontes SNI
Ikan akan langsung dinyatakan gugur secara otomatis oleh dewan juri jika ditemukan indikasi berikut:
-
Mengalami cacat anatomis permanen (tulang belakang bengkok/lordosis, insang terbuka sebelah, atau buta).
-
Menunjukkan gejala penyakit aktif saat berada di dalam toples kontes (misalnya terkena white spot atau kuncup).
-
Ukuran tubuh berada di bawah batas minimum yang ditentukan untuk masing-masing kelas (khususnya pada kelas Giant dan Junior Plakat).
-
Ikan sama sekali tidak mau mengembang (mentalnya jatuh) hingga batas waktu penilaian berakhir.